Senin, 30 Oktober 2017

Titik Kulminasi

Titik Kulminasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Arti kata, Kulminasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah (1) puncak tertinggi; tingkatan tertinggi; dan (2) titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00). Pada saat titik kulminasi ini maka posisi matahari akan tepat berada di atas benda sehingga menghilangkan semua bayangan benda tersebut.

Bayang adalah wujud hitam yang tampak dibalik benda yang terkena sinar cahaya. Cahaya yang menerangi itu ibarat harapan, tujuan, cita-cita, atau mimpi untuk mencapai apa yang diinginkan. Tanpa cahaya sebuah benda tidak akan menghasilkan bayang. Harapan, tujuan, cita-cita, atau mimpi yang ingin diraih seseorang bergantung pada kesungguhan niat dan usaha. Ketika mimpi itu masih berupa “cahaya” atau baru diniatkan saja di kepala, maka ia akan merefleksikan bayang-bayang keberhasilan atau kegagalan. Bayang kegagalan akan “tertutup” keberhasilan jika niat yang kuat tersebut didukung oleh usaha dan kerja yang sungguh. Karena bayang-bayang kegagalan itu juga “sebenarnya” tidak akan pernah hilang. Tetapi kita sendiri yang “menutupi” dengan kerja keras.

Setiap langkah manusia di bawah cahaya matahari, atau diremangi sinar purnama, pastilah akan berbayang. Bayang
... baca selengkapnya di Titik Kulminasi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 12 Oktober 2017

Wiro Sableng #74 : Dendam Di Puncak Singgalang

Wiro Sableng #74 : Dendam Di Puncak Singgalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : DENDAM DI PUNCAK SINGGALANG

SATU

DUA gunung tinggi menjulang menyapu awan, terlihat jelas dari kejauhan di bawah langit yang biru bersih.
Kehadiran gunung Singgalang dan Merapi di daratan tengah pulau Andalas seperti yang selalu diperumpamakan oleh penduduk memang benar yaitu seolah dua raksasa penjaga negeri.
Saat itu menjelang tengah hari. Dari arah danau Maninjau di jurusan kaki gunung Singgalang tampak seorang penunggang kuda memacu tunggangannya menuju ke timur.

Orang ini berusia sekitar setengah abad, berkumis tipis rapi, mengenakan destar tinggi berwarna hitam yang pinggirannya dirajut dengan benang emas. Pakaiannya terbuat dari kain bludru warna hijau yang juga ada renda benang emasnya. Di pinggangnya, di balik ikat pinggang besar terselip sebilah keris. Baik gagang maupun sarung senjata ini terbuat dari emas sedang badannya terbuat dari sejenis besi putih yang dilapisi emas. Setiap sinar matahari jatuh pada gagang dan sarung senjata itu, kelihatan cahaya kuning memantul menyilaukan.

Pada waktu yang hampir bersamaan dari arah kaki gunung Merapi meluncur cepat sebuah kereta terbuka ditarik dua ekor kuda besar. Di sebelah kanan duduk sais kereta, seorang lelaki, bertampang seram.

Wajahnya tertutup oleh
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #74 : Dendam Di Puncak Singgalang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 30 September 2017

Experiential Marketing Tukang Ojek

Experiential Marketing Tukang Ojek Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ini adalah cerita teman lama saya, Beni namanya, yang tinggal di perumahan di pinggiran Jakarta.

Suatu pagi dia keluar rumah dengan mobil untuk mengantar istrinya ke terminal shuttle bus yang menghubungkan perumahan kami dengan sejumlah lokasi strategis di Jakarta. Teman ini sendiri seorang pekerja freelance yang sibuk, tapi selalu menyempatkan diri mengantar anak-anaknya ke sekolah dan istrinya ke terminal, khususnya kalau tidak ada pekerjaan di luar kota atau luar negeri.

Begitu roda mobilnya berputar, dia melihat Irma, tetangganya, baru saja menutup pintu pagar. Tumben berangkat pagi, begitu pikir teman saya. Biasanya Irma berangkat siang. Belum sempat melihat Beni, Irma sudah melambai ke arah tukang ojek yang mangkal di ujung tikungan. Sedetik kemudian, mobil Beni sudah berada di dekat Irma. Esther, istri Beni, langsung heboh berhai-hai dengan Irma. Dan apa yang terjadi?

“Gue nebeng aja ya, ke terminal shuttle bus…” teriaknya. Kemudian dia berteriak kepada si tukang ojek, “Pak, maaf ya… nggak jadi.”

Mobil pun bergerak. Tetapi sekejap kemudian Beni sempat beradu pandang dengan si tukang ojek. Ada rasa kecewa sekaligus rasa jengkel di mata tukang ojek
... baca selengkapnya di Experiential Marketing Tukang Ojek Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 06 September 2017

Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan

Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Dua tahun terkhir ini, kami (saya dan tim karunia semesta) membantu perorangan atau kelompok, baik itu organisasi non-formal atau perusahaan, mengadakan pelatihan yang membahas teknologi transformasi mind set untuk sukses. Secara umum, menurut peserta pelatihan amat sangat membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan pribadi ataupun permasalahan kelompok yang mereka alami. Selain itu, pelatihan ini juga bisa secara signifikan memperbaiki kesuksesan mereka. Kasus-kasus yang bisa mereka selesaikan antara lain bisa berhasil dalam pendidikan, mendapat anugerah kesembuhan, mendapatkan pekerjaan, berhasil dalam usaha, bisnis, bertani, dll., menemukan pasangan hidup, meraih ketenteraman hidup berumah tangga, menemukan anak yang tidak tahu rimbanya, dan lain-lain.

Mengingat masih banyak anggota masyarakat Indonesia yang belum bisa hidup secara cukup dan sukses saat ini, maka kami mencoba ikut membantu mereka melalui pelatihan. Kami sebar informasi tentang pelatihan ini melalui brosur, face to face dan web. Hasilnya bagus sekali, banyak pertanyaan dan permoho
... baca selengkapnya di Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 10 Agustus 2017

My Promise

My Promise Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Janji adalah sebuah ungkapan atau omongan yang perlu di pertanggung jawabkan, karena di saat kita sudah berjanji. berarti kita harus siap dengan apa yang kita janjikan.

Seperti kata pepatah “Janji adalah hutang” artinya janji sama dengan uang, saat kita berhutang dengan orang lain, kita harus segera melunasinya. Begitu pula dengan janji, jika kita sudah berjanji dengan orang lain kita harus menepatinya.

Bicara soal janji, aku ingat akan janjiku pada temanku setelah sekolah nanti, kita mau pulang bersama.

“Hai Dimas!” Suara itu mengagetkanku yang saat itu aku masih melamun di kursiku, ya beginilah. Aku memang kadang suka melamun sendiri di kelas saat istirahat sekolah hampir selesai.

“Iya apa Din, ada apa?” jawabku sedikit kaget dengan sapaannya tadi. Namanya Dina, Ia temanku bisa juga disebut sahabatku, kadang dia yang slalu bisa mengerti aku. Iya, memang aku karakter anak yang pendiam dan tidak mudah akrab dengan yang lain. tapi menurutku gadis itu berbeda, aku sangat nyaman dengannya.

“Tak apa kok, kamu melamun saja sih !” Ucapnya sambil menyindirku.

“Kyak gak tau aku saja kamu Din!” Jawabku tanpa basa basi.

“Oh iya, nanti jadi pulang bareng ya Dim?” Tanyanya dengan senyuman yang sangat mencurigakan bagiku. “i
... baca selengkapnya di My Promise Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 21 Juli 2017

Supaya Pede Berbicara di Depan Umum

Supaya Pede Berbicara di Depan Umum Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada tulisan sebelumnya sudah digaris bawahi bahwa untuk menjadi pede kita harus mampu melihat diri sendiri apa adanya, harus bijak memosisikan diri sendiri maupun orang lain, dan mampu menerjemahkan lingkungan sewajarnya. Kemampuan kita melihat diri sendiri secara manusiawi akan menempatkan diri kita maupun orang lain serta lingkungan ke dalam porsi yang benar. Hal tersebut akan melandasi kita supaya bisa pede dengan wajar, tanpa dibuat-buat. Namun, pede secara umum (in general situation) tidak menjamin akan pede pula saat harus berbicara di depan umum (public speaking). Mengapa demikian? Karena adanya unsur gangguan fisik dan gangguan mental dalam berbicara di depan umum.

Keadaan tidak pede saat berbicara didepan umum akan mengundang gangguan fisik maupun gangguan mental. Gangguan fisik dapat berupa tiba-tiba merasa gatal, gemetar, jantung berdebar keras, berkeringat yang tidak wajar, tangan dingin, suara parau bahkan tidak keluar, tenggorokan kering, kaki rasanya lemas, perut mulas, dan selalu ingin buang air kecil. Gangguan fisik ini kalau tidak berhasil kita atasi akan semakin membuat kita down, semakin tidak pede. Gangguan fisik harus kita atasi secara fisik pula. Caranya adalah dengan mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. Ini tidak harus dilakukan di ruang tempat kita berbicara, tetapi bisa dilakukan di luar gedung. Selanjutnya adalah kita harus mencoba tersenyum saat menarik napas maupun menghembu
... baca selengkapnya di Supaya Pede Berbicara di Depan Umum Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 19 Juli 2017

Lilin Harapan

Lilin Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Batu sandungan itu mampir jua di pelukan. Dan aku dibuai alunan kesedihan karenanya. Kegagalan pertama dan terbesar yang pernah singgah. Karena itu pun, kekasihku terlepas dariku. Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengurai air mata.

Di sudut ruang gelap, kumerenung di atas ratapan. Tiga batang lilin merah menemani bak sinar remang-remang. Dua di antaranya, kuukir tulisan ‘kejayaan’ dan ‘cinta’ pada batang tubuhnya. Aku menangis hingga tak bersuara. Bulir-bulir air merembes di pipi hingga jatuh membasahi sumbu lilin pertama, lilin ‘kejayaan’. Seketika lilin itu padam, menyisakan asap pembakaran. Tangisku tak kunjung surut, justru menjadi-jadi. Kudekati lilinku yang kedua. Saat air dari pelupuk mustika kembali menetesi sumbunya, lilin bertuliskan ‘cinta’ itu ikut padam seperti pendahulunya. Berakhirlah sudah sekarang. Haruskah aku hidup hanya untuk menghidupi kenangan?

Tinggallah sebatang lilin merah tanpa gurat tulisan yang masih menyala. Lilin terakhirku. Percuma, aku sudah putus asa. Kumatikan ia dengan satu hembus napas. Anehnya, lilin itu bukannya padam, malah makin bender
... baca selengkapnya di Lilin Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1